#explorepalembang dan Perkara Etetis Kierkegaard

#explorepalembang dan Perkara Tahap Estetis Kierkegaard

Jika ada satu nominasi dalam banyaknya kaleidoskop 2014 sebulan belakang yang bersedia mengulas hashtag paling popular setahun penuh (di Palembang terkhusus), tak ada alasan untuk tidak memasukkan #explorepalembang di 3 teratas.

Tak sepenuhnya sinis, tapi bukankah itu hashtag yang paling tidak ketinggalan pada setiap postingan remaja dalam upaya penancapan taring eksistensinya di ranah sosial media, terutama Instagram.

Dokumentasi sebuah penjelajahan panjang setiap sudut mal-dan-tempat-makan eksotik Palembang haruslah dicatat, lupa adalah penyakit, dan perkara bercerita haruslah lebih menyenangkan lewat gambar, tak bergerak maupun bergerak.

Respon dengan menjadi brand ambassador tak resmi dari banyak tempat baru yang muncul bak pemanggang bakso bakar di setiap tepi jalan Palembang tak pernah jadi masalah, membagi kesenangan untuk akhirnya bisa bersenang-senang bersama adalah sesuatu yang tak pernah buruk, benar tak pernah buruk. Terus aktif dan produktif, terus berbagi sebagai sebuah indikasi akan diri yang tak pernah diam di tempat haruslah selalu konsisten dikedepankan.

2014 adalah tahun emasnya bagi pemuda-pemudi berapi-api periode 15-25 (tahun), kita sangat boleh optimis di 2015, bisa jadi tahun kemarin hanya awal, banyak kegiatan yang lebih menekankan gaya hidup prestasi bermunculan, kesenangan adalah label tahun 2014 untuk sebagian besar Palembang.

Kegiatan lari-larian yang bermuara di Palembang yang akhirnya memunculkan respon dari berbagai daerah, dari Muara Enim sampai Jambi tahun kemarin meninggalkan jauh efesiensi massa dan propaganda dari aksi-aksi melawan bencana ekologi pembakaran hutan dan solidaritas ibu-ibu petani rembang yang terhitung hari ini (24/1) sudah 223 hari masih konsisten tidak menyerah.

Kembali lagi ke #explorepalembang, untuk kondisi gejolak masyarakat Palembang yang begitu-begitu saja, selain dari semakin hari semakin dikooptasi berbagai investor, #explorepalembang memantapkan kembali keraguan-keraguan, meyakinkan jika di Palembang adalah tempatnya untuk gejolak dan hasrat penjelajah yang menolak padam, kotanya para penjelajah dan pencari petualangan dengan banyak tempat untuk ekplorasi. (baayyeeeee….)

#explorerpalembang adalah sebuah medium penyampaian hasrat tak terbendung.

Di banyak kesamaan inilah hasratnya tahap Estetis yang dibilang Soren Aaabye Kierkegaard, dengan berbagai dorongan-dorongan indrawi dan emosi-emosinya, terlebih lagi hawa nafsu. Di tahap ini, Kierkegaard mengatakan tentang dilandanya ketakutan, kebosanan, rasa tidak puas, dan putus asa sampai benar-benar putus asa dan mencari jalan keluar untuk sampai ke tahap eksistensial berikutnya.

Di banyak kesamaan saya bilang, bagian akhir juga bisa disangkal selama saya tidak bilang sepenuhnya.

Begitu juga keberlangsungan tahap Estetis itu jugalah, Titik kritis dan persimpangan untuk banyak pertanyaan kita akhirnya sampai di tempat-tempat yang dijelajahi oleh #explorepalembang ini, masalah sampai kepada saya yang tak bisa cukup populer dan ikut dalam penjelajahan itu sampai saya menduga yang tampil di hashtag #explorepalembang hanya tempat-tempat dan moment-moment yang sebenarnya begitu-begitu saja.

Definisi jelajah yang sudah berubah, atau malah penjelajahan memang sudah terkooptasi oleh mal dan tempat makan. Atau memang semua orang sudah benar-benar termanifestasikan dalam medium basi nihil esensi.

Atas nama hasrat, gejolak dan nafsu juga dan seperti asap dari Asian Pulp and Paper yang lewat saja depan hidungmu, tenang Ramalan buruk yang disinggung Kierkegaard bagi mereka yang tak bisa tahan dengan keputusaasaan pada tahap estetis itu tak kan terjadi pada kamu.

Seperti semprotan asap lari-larian warna-warni, tenang, like Instagram-mu akan lebih berarti untuk eksistensialisme-mu ketimbang pertanyaan tentang esensi yang njelimet itu.

Panjang umur gejolak dan hasrat, panjang umur penjelajahan, mari menuju sudut tempat makan eksotik selanjutnya!

nb: Photo di ambil tanpa izin dari postingan @kukuhya, gak tau siapa tapi langsung nge-favorited tweetnya yang capture caption photo koran beberapa waktu lalu || https://twitter.com/kukuhya/status/537190139466747904/photo/1

Posted in ,

Tinggalkan komentar